Bagian 7: Kasih Seorang Sahabat! (1)
Keadaanku sampai juga ke telinga para sahabat. Teman-teman baik yang telah membersamaiku sedari bangku sarjana. Aku memang terlalu tertutup untuk banyak hal. Berawal dari menanyakan beberapa lokasi untuk pengobatan holistik, pertanyaan lanjutan dari merekapun menguak tentang kondisiku. Tak bernyali lagi, aku ceritakan juga akhirnya.
Seorang sahabat, bantu membuka 'luka' lama. Bukan untuk menghakimi. Ia membagikan perspektifnya hanya untuk aku bebas dari perasaan-perasaan terkutuk ini. Jujur jadi permulaan semuanya- beberapa komunikasi yang singkat namun tak ringan.
Sahabat lainnya tidak berhenti memberiku semangat dan energi-energi segar. Tak lelah mengirimiku cerita-cerita lucu. Benar, sudah beberapa tahun aku tak pernah tertawa lepas, terbahak-bahak sangat diriindukan. heheheh.Hari ini aku menuliskannya—bukan untuk mengingat kesedihan atau mengasihani diri sendiri, tapi untuk mengingat titik awal: bahwa kejujuran, sekecil apapun, bisa menjadi langkah pertama menuju pulih.
Mungkin tidak semua orang harus tahu. Tapi aku tahu, aku tak sendiri. Aku sudah berbagi dengan mereka, sahabat yang tepat. Dan itu cukup untuk saat ini.


Komentar
Posting Komentar